
the best combination of hardwork and fighting spirit. you wont add anything, anymore. just because anita is anita [Melliana Dwi Utami kabiro HUMAS BEM FISIP UI 2008]
sesuai namanya ANITA yang saya tahu emang beneran berANI dan TAat. dia berani membela apa yang menurut dia benar, bahkan berani menghajar abang-abang yang ngegodain dipinggir jalan. gitu-gitu juga dia taat sama aturan dan norma. kalau lagi gila, tu gak lain cuma variasi hidupnya yang justru konstruktif untuk dia bangkit lagi. [R Rika Rosvianti (Neqy) ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, periode 07-08]
anita, klo melihat gayanya memang agak sedikit kaku dan klasik, dan selintas mungkin kau akan bilang ini mah terlalu formal dan serius. tapi kalau anda mengenalnya lebih jauh anita adalah orang yang kau inginkan berada di sekitarmu, seorang pejuang yang mau bekerja keras dan punya jiwa sebagai pemimpin. jangan sekilas dirinya, lihat yang telah dilakukannya, kontribusinya, dan lihatlah semangatnya! karena disana kau akan menemukan sosok pribadi pemimpin yang mengayomi. [Pandu Utama Manggala - ketua BEM FISIP UI, periode 2008]
anita itu aktif dan ramah. buktinya kalau ketemu aku, dia selalu negur. Maju sebagai anggota umum BPM adalah langkah awal yang baik buat Anita [Paskah - ketua Persekutuan Oikumene, periode 2009]
anita itu pernah jadi PJ gw di FFF, dari setau gw bisa liat anita itu cerdas, cekatan, bertanggung jawab, dan tegas dalam mengambil keputusan. such a good woman leader I think. [Wanda Ayu - wakadiv. Sosmas BEM FISIP UI 2009]
anita itu gw kenal di FISIP Fun Fair. dia itu oraangnya pekerja keras. semangatnya tinggi, terus seneng banget menjaga kekompakan, buktinya dia paling seneng team building. semoga anita bisa menjadi amanat bagi BPM yang lebih baik lagi. [Neqe - staff sosmas BEM FISIP UI 2009]
pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang dinamis yang mampu menciptakan gagasan-gagasan baru dengan pemikiran yang kreatif dan bermanfaat bagi semua orang. insya Allah Anita bisa membawa BPM FISIP UI kedepannya menjadi jauh lebih baik dengan penuh semangat dan kreatifitas. [zaky-putra kampus Indonesia (kategori: lingkungan hidup), 2009, wakadiv. Keilmuan BEM FISIP UI 2009]
anita yang saya kenal itu kritis, energik, memiliki rasa ingin tahu yang besa. saya pikir itu adalah modal utama untuk menjadi representasi masyarakat FISIP untuk BPM yang lebih dekat dan bermanfaat [Farid Septian - kadep POLHUM BEM UI 2009]
anita itu orangnya kreatif, dia selalu TOTAL dalam menyelesaikan amanah-amanahnya. [siti khod - kadep. Adkesma BEM FISIP UI 2009]
anita itu perempuan yang luar biasa, amanah, tegas, dan disiplin, dan bersahabat. cocok sebagai ketua BPM 2010. [miranti (mige) kabiro PSDM BEM FISIP 2009]
anita itu sosok kritis, open minded, dan mau belajar banget. supel, makanya temenya banyak dan dari berbagai kalangan. selain itu biasanya orang yang banyak bicara sedikit mendengar namun anita bisa menjadi keduanya. [Dinar RAhmi - Sekum BEM FISIP UI 2008]
zee avi – bitter heart
Sun rays come down
as seen when they hit the ground
Children spinning around
Til’ they fall down down down
I wait for you
It’s been two hours now
and you’re still somewhere in town
your dinner’s getting cold
I rest my case
you are always this late
and you know how much I hate
waiting around, round, round
Bitter heart, bitter heart
tries to keep it all inside
Bitter heart, bitter heart
shadows will help you try to hide
Bitter heart my bitter heart
is getting just a little fragile
Bitter heart bitter heart
of mine
And then you come
and tell me the same reason
that you did yesterday
so tell me what’s her name
du du du du
bedanya hanya satu huruf, tapi maknanya berbeda dalam kehidupan saya. dan saya baru menyadari betapa berharganya L setelah ia pergi, rasanya benar bahwa saya mengalami sindrom L-envy. L pergi H datang satu konsonan yang berbeda ternyata signifikan. saya seperti kehilangan L, kata teman saya memang can’t replaced. L yang selalu menghembuskan semangat tiap minggunya, L yang saya percaya, dan L yang menebak masalah-masalah yang kita alami, L yang meredakan geisah-gelisah kita melalui tuturnya, dan L yang telah pergi. jaraknya tak seberapa jauh. tapi tetap saja serang – jakarta tak mungkin ditempuhnya tiap minggu..hufhhh, berat. menumbuhkan rasa percaya gak segampang potong rambut di salon.

Mengapa kamu terlalu takut untuk sendiri, padahal kamu tahu suatu waktu pasti kamu akan sendiri. Mengapa kamu masih menanyakan iya atau tidak, padahal kamu sudah punya jawabannya. Mengapa kamu menjadikan pengingkaran sebagai tameng ketidakinginan kamu. Dan mengapa kamu menjadi manja, padahal ayah telah mendidik kamu untuk mandiri.

Berinteraksi dengan teknologi sekarang ini tampaknya lebih menyenangkan dan memberikan nuansa hidup yang lebih segar. Buktinya seorang anak tahan berlama-lama bermain di depan komputer ketimbang bermain dengan teman sebayanya – Hal ini senada dengan pernyataan Jean Piaget, seorang psikolog yang menyatakan hasrat ingin tahu anak-anak lebih tinggi. Sehingga wajar kedekatan dengan teknologi semacam komputer yang responsif menjadi tebangun – Atau seorang yang cukup dewasa tidak jenuh menatap komputer di hadapannya sambil tertawa layaknya bergurau dengan teman di dunia nyata. Bahkan memberikan nama untuk teknologi tersebut, seperti halnya yang dilakukan oleh teman saya. Suatu hari ia datang dengan wajah sedih, ia katakan “Lupita sakit, gw terlalu sering pake download”, “Cabelita juga, semlem dia meladak”. Saya tidak tahu kemana sebenarnya arah pembicaraan saat itu. Siapa itu Lupita? Manusia kok sakit karena dipakai download, lalu Cabelita meledak? Rasanya istilah ini tidak tepat untuk menggambarkan kondisi manusia. Ternyata setalah lebih lanjut perbincangan terjadi, Lupita adalah sebuah nama khusus yang ia berikan untuk Laptopnya dan Cabelita adalah kabel yang menghubungkan Laptop ke sumber arus listrik.
Jika suatu hari nanti kamu berkaca, kemudian kamu menemukan kerut di wajah, noda hitam tanda menua, dan usia yang tak lagi muda, sementara jodohmu belum juga tiba. Masih percayakah kamu takdir Allah bekerja?
Ini pertanyaan seorang kakak, ditanya kayak gini bikin temen-temen yang lain jadi terdiam. Saya menafsirkan diam itu tanda ragu akan takdir Allah (sehingga perlu berpikir untuk mencari landasan, kenapa harus tetap yakin) atau diam itu tanda malu untuk menjawab masih, mungkin khwatir nantinya di pandang naïf oleh yang lain atau sedang bermonolog, ih Allah kok jahat (ini statement berbahaya, tapi manusia sering tidak sadar dan berprasangka demikian pada Allah). read more…
Jadi pengen nulis tentang kucing gara-gara semalem kucing-kucing berlomba-lomba main berisik-berisikan di genteng rumah – praktis jadi gak bisa tidur. Terngiang lagi adegan tetangga saya dengan menggebu-gebu menggebuk kucing yang nyolong bandeng presto idamannya. Sebutlah Ibu Bunga (bukan nama sebenarnya), dengan semangat bawa-bawa sapu lidi, ngejar-ngejar kucing dengan wajah yang durjana, asumsi saya, dalam hatinya ia memaki, huh kucing! Klo bisa gw makan gw telen mentah-mentah lo! gw gado (makan polos tanpa nasi) klo perlu!
Saya jadi berpikir, segitu gak enaknya jadi kucing, salah dikit dipecut pake lidi. Belom lagi klo si pelaku masih emosi bakal dikejar-kejar tuh kucing, berasa pelarian (kucing) tak cukup menjelaskan bahwa ia sudah menyerah dengan pencarian kekenyangannya. Lari ke genteng trus berisik di siram air, klo lagi beruntung air normal, klo gak beruntung ya air panas. Alhasil saya pernah menemukan kucing yang bulunya udah pada rontok, daging merah-merah menyembul. Huh tega banget! Padahal si kucing cuma mau cari makan, klo dia bisa cari duit, kali dia bakal lakuin itu buat beli makan. Klo kucing berisik wajar juga sih, orang lagi cari jodoh (wali kali), mungkin berisik itu sesi ta’arufnya..hehehe..
Kenapa deh gak coba berempati?! Menempatkan posisi kita sebagai objek, supaya kita bersikap bijak. Bandengmu tidak setara dengan nyawanya ya toh?!
Himbauan kasihi kucing^^
Dua tahun terakhir ini saya jadi sangat disbukkan dengan segudang aktivitas (berlebihan mode on), mencatat tugas paper dari dosen, mencari ide untuk paper, mengetik paper, mencari referensi untuk paper, mengeprint paper, mengumpulkan paper tepat waktu. Mau gak mau harus berhadapan dengan komputer yang tampilannya gitu-gitu doang.

Dan ini sama sekali gak menghibur. Berharap punya apple, apa daya dana tak ada. Ya udah, saya patuhi saja petuah d’ massive (gini bukan tulisannya?), syukuri apa yang ada lalalalalalllalalla…
Sambil mencari-cari gimana caranya tuh supaya komputer enak dilirik, berniat ganti wallpaper pake foto abang ganteng, seenggaknya ini solusi awal. Halah, gak solutif, yang ada gw pandangi terus. Hahahahhah. Ganjen.
Setelah berselancar dengan syekh google akhirnya saya menemukan, themes for XP. Asik, asik, asik! Rasanya pengen bet loncat dari lantai 7 saking senengnya. read more…




